Kuliah di Luar Negeri menjadi impian banyak orang tapi tak semua orang berani mewujudkannya. Hal ini karena masih adanya keraguan, informasi yang simpang siur, atau malah tidak memiliki info karena tidak tahu pada siapa harus bertanya.
Dulu saat anak pertama saya mengutarakan keinginannya kuliah di luar negeri, saya berusaha mencari informasi melalui google, membeli buku, bertanya pada agen, ikut zoom / webinar, nonton youtube, dsb. Tapi banyaknya informasi membuat saya bingung. Apalagi aspek keuangan juga harus dipikirkan dengan seksama. Target utama kuliah di LN dengan beasiswa di universitas berkualitas baik dengan jurusan sesuai minat anak. Saya butuh ada orang netral yang bisa diajak diskusi, bisa ditanya-tanyai.
Saya beruntung sekali mendapat kesempatan belajar banyak dari Bu Yulinda (saya biasa memanggilnya Cie Ling Ling). Saat itu anak kami lomba bareng. Aditya David Wirawan, anak Cie Ling Ling merupakan kakak kelas anak saya, Steven William. Di sela-sela ketegangan menunggu lomba, Cie Ling Ling banyak bercerita proses pendaftaran Aditya ke beberapa universitas di luar negeri. Saya merasa mendapat pencerahan, bisa membandingkan kelebihan dan kekurangan universitas masing-masing negara dari sudut pandang orang tua. Saya juga belajar tentang proses pendaftaran, apa saja yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari, test apa yang harus diambil, bagaimana cara meminta rekomendasi guru, dsb.
Berkat info dan bimbingan dari Cie Ling Ling, saya berhasil membantu anak-anak saya melalui proses demi proses pendaftaran. Saat itu saya juga aktif berdiskusi pada orang tua lain yang seangkatan dengan anak saya yang peduli dengan proses pendaftaran anak mereka. Karena memiliki komunitas yang positif, kami dapat saling menguatkan, bahkan pada saat anak-anak menerima surat penolakan, kami bisa menyikapinya dengan lebih bijaksana dan tidak kuatir karena anak kami mendaftar di beberapa universitas dan kami percaya Tuhan pasti memilihkan yang terbaik.
Kami percaya setiap anak unik dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Setiap keluarga juga memiliki kemampuan sosial yang berbeda. Kita perlu mempertimbangkan berbagai hal sebelum menentukan jurusan, negara, dan universitas yang tepat. Ada kalanya kita perlu mendaftar secara mandiri, tapi kadang keberadaan agen justru lebih menguntungkan. Kalau Anda butuh teman diskusi, kami siap membantu.
Saat ini kami berada di fase empty nest tapi kami tidak merasakan kekosongan karena kami percaya akan penyertaan Tuhan. Karena Tuhan telah begitu baik pada kami, kini saatnya kami berbagi informasi pada teman-teman yang membutuhkan.
Kami memiliki visi memberi kesempatan pada pelajar Indonesia agar bisa kuliah di luar negeri sesuai budget dan kemampuan. Untuk itu kami akan informasi yang akurat dan menghubungkan Anda dengan individu berpengalaman yang dapat memandu Anda melalui proses ini. Kami memahami bahwa belajar di luar negeri bisa menjadi hal yang menakutkan, tetapi dengan panduan yang tepat, itu bisa menjadi pengalaman yang mengubah hidup. Berikut adalah beberapa layanan yang kami tawarkan:
Jangan biarkan rasa takut akan hal yang tidak diketahui menghalangi Anda untuk mengejar impian belajar di luar negeri. Biarkan kami membantu Anda menavigasi proses ini dan menjadikan impian Anda menjadi kenyataan. Hubungi kami hari ini untuk memulai!