Rabu, 2 November 2022 | TSP Editorial Team
Sumber media: Foto/Joshua Earle
"Tundukkan kepalamu dan bekerjalah sekeras yang kamu bisa" adalah apa yang seringkali diajarkan kepada kita untuk meraih kesuksesan. Tapi apakah benar itu adalah strategi yang terbaik? Kebanyakan orang menerima saran ini mentah-mentah dan kemudian menyesalinya di hari tua mereka karena telah menghabiskan waktu mereka untuk bekerja keras saja. Berikut adalah 8 pelajaran yang harus kamu ketahui sebelum kamu menyesalinya.
Hidup Terlalu Pendek
Ini kenyataannya: hidup terlalu pendek untuk bertahan pada pekerjaan yang kamu benci, atasan yang merendahkan kamu, atau sebuah perusahaan tanpa jiwa. Kebanyakan orang berusaha meyakinkan diri mereka untuk bertahan pada pekerjaan yang mereka benci karena mereka membutuhkan penghasilannya, karena mereka tidak tahu mau kemana lagi, atau karena alasan lainnya. Faktanya, tidak ada yang mengetahui berapa lama kita akan hidup di dunia ini, dan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk hal yang tidak kamu sukai hanya akan membuat hidup kamu menyedihkan dan penuh penyesalan.
Pentingnya Jejaring Sosial
Kamu mungkin berpikir bahwa acara networking adalah acara yang membosankan, entah karena kamu hanya membicarakan hal yang sama dengan orang yang berbeda setiap kalinya, atau karena kamu adalah seorang introvert. Studi menunjukkan bahwa jejaring sosial adalah faktor penting penentu kesuksesan seseorang. Kenyataannya, kebanyakan orang sukses ditemukan memiliki jejaring sosial yang sangat luas serta terdiversifikasi. Semakin banyak waktu dan usaha yang kamu tuangkan untuk jejaring sosial kamu, maka semakin besar pula kemungkinan kamu untuk mencapai kesuksesan.
Jangan Korbankan Kesehatan untuk Kesuksesan/Kekayaan
Banyak orang mengalami kesulitan ketika berusaha untuk mengimbangi pekerjaan dan kehidupan mereka, yang biasanya berujung pada burn out atau penyakit kronis yang disebabkan oleh stres dan kelebihan bekerja. Kenyataannya, akan jauh lebih mudah bagi kamu untuk menjaga kesehatan kamu daripada menyembuhkan sebuah kelainan atau penyakit nantinya—dan ingat, tidak ada kesuksesan atau jumlah uang yang lebih berharga daripada kesehatan kamu. Jangan sia-siakan kesehatan kamu dan ambillah langkah kecil untuk memitigasi stres yang bisa menyebabkan masalah di kemudian hari.
Mengetahui Kepentingan dari Diversifikasi
Apabila kamu hanya fokus pada apa yang kamu ketahui atau apa yang menjadi keahlian kamu saja, kamu akan menjadi sangat mudah untuk digantikan. Riset telah menunjukkan bahwa banyak pekerjaan (terutama yang repetitif) seperti supir taksi atau customer service, akan digantikan oleh robot di masa yang akan mendatang. Dan karena itu, akan sangat penting bagi kamu untuk menjadi pribadi yang lincah, cekatan dalam mendeteksi dan memanfaatkan kesempatan, serta bersedia untuk menumbuhkan ketertarikan terhadap berbagai hal yang berada diluar minat atau bakat kamu sekalipun apabila diperlukan.
Kekhawatiran Tidak Akan Menghasilkanmu Apa-apa
Obat atau penawar dari rasa takut dan kekhawatiran adalah mengambil tindakan dan bekerja keras. Kalau kamu membuang waktu hanya karena kamu takut untuk merealisasikan sebuah ide, atau khawatir apa yang akan orang lain pikirkan tentang kamu, kamu tidak akan pernah mencapai tujuan kamu. Bagaimanapun, kalau kamu memutuskan untuk mengambil tindakan terlepas dari rasa takut dan/atau kekhawatiran yang kamu miliki, kemungkinan besar kamu akan menyadari bahwa kekhawatiran itu bukanlah apa-apa.
Kegagalan Bukanlah Akhir dari Segalanya
Kalau kamu menyerah ketika kamu mengalami kegagalan, kamu tidak akan pernah mempelajari apapun. Daripada begitu, pandanglah kegagalan sebagai sebuah kesempatan, sebagai sebuah permulaan dari perjalanan yang baru. Kalau kamu bisa melakukan itu, maka kamu akan lebih mungkin untuk tidak menyerah dan mencoba lagi atau bahkan berhasil meraih kesuksesan dengan cara yang tidak pernah kamu duga sebelumnya.
Kebahagiaan adalah Sebuah Perjalanan, Bukan Tujuan
Kamu bisa menemukan banyak sekali orang yang secara sadar atau tidak memilih untuk menunda kebahagiaan mereka sendiri. "Saya akan menjadi bahagia ketika saya mendapatkan pekerjaan tersebut ... ketika saya menjadi lebih kurus ... ketika saya berada dalam suatu hubungan ... ketika saya berhasil keluar dari hubungan tertentu," dan masih banyak lagi. Kenyataannya, kita bisa memilih untuk menjadi bahagia saat ini juga. Cobalah untuk tersenyum sekarang dan sains membuktikan bahwa kamu akan merasakan kebahagiaan. Kebahagiaan adalah sebuah kebiasaan dan pilihan. Tidak peduli di situasi seperti apapun, kalau kamu bisa menghadapinya dengan sikap yang berbahagia, maka kamu dijamin akan lebih mungkin untuk meraih kesuksesan.
Jangan Pernah Berhenti Belajar Sehebat Apapun Kamu
Dalam zaman dimana informasi dan teknologi berubah begitu cepat dewasa ini, kalau kamu memutuskan bahwa kamu "sudah cukup" belajar, kamu akan mengalami ketertinggalan hanya dalam hitungan beberapa tahun atau bahkan beberapa bulan saja. Warren Buffett, salah satu investor terkaya dunia yang sudah menginjak usia 92 tahun, masih mendedikasikan 80% waktunya untuk belajar dengan membaca 600 s/d 1000 halaman setiap harinya.
Dan kami tahu, beberapa dari kamu mungkin masih belum terbiasa untuk membaca 600 s/d 1000 halaman setiap harinya. Karena itu, kami menyediakan 100+ ringkasan buku pengembangan diri terbaik dunia yang bisa kamu selesaikan dalam waktu kurang dari 15 menit/buku di TSP Academy, dimana kamu bisa belajar dari orang paling sukses di dunia seputar Bisnis, Investasi, Pengembangan Diri, Kesehatan, hingga Belajar dari Miliarder yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia!
Malas membaca? Tenang, sebagian besar koleksi ringkasan buku kami juga sudah tersedia dalam bentuk audiobook yang bisa kamu nikmati sambil beraktivitas seperti biasanya. Scroll ke bagian bawah halaman untuk mendapatkan akses dan diskon spesial buat kamu yang mau berkomitmen untuk mengambil tindakan hari ini juga!
"Semakin banyak kamu belajar, semakin banyak kamu hasilkan." - Warren Buffett
Copyright © 2022 The Seven Percent.
All rights reserved.
"Hadiah terbaik yang dapat Anda berikan kepada diri Anda adalah dengan berinvestasi pada diri Anda sendiri."
Pooja Agnihotri